Masih kental diingatan bagaimana Timnas Indonesia melejit di ajang piala AFF 2010 lalu. Bukan Cristian Gonzales atau Irfan Bachdim, coba sobat bola tarik perhatiannya ke lini pertahanan. Ada seorang bek bertahan yang kokoh menjaga lini belakang skuad Garuda
Ialah M Nasuha, pemain kelahiran Banten, 15 September 1984 ini tak cuma lihai dalam menjaga lini belakang, namun ia mampu membantu penyerangan dengan lesatan golnya di menit-menit krusial.
Nasuha pernah menyumbangkan golnya saat Indonesia menekuk Malaysia dengan skor (2-1) leg pertama Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Gelora Bung Karno pada (29/12/2010) lalu. Kemudian mencatatkan namanya saat Merah Putih berhasil melawan Turkmenistan pada kualifikasi piala dunia 2014 di stadion yang sama.
Namun pasca bersinar, nama Nasuha kemudian redup bak ditelan samudera. Setelah mendekap cedera berulang kali, membuatnya keluar masuk ruang perawatan. Mulai dari kista di belakang punggungnya, mengalami robek meniscus dan patah tulang rawan pada lutut kirinya saat berkostum Persib Bandung, hingga Anterior Cruciate Ligament (ACL).
Cedera terakhir membuat eks Sriwijaya FC ini harus memakan waktu 2 tahun untuk penyembuhannya. Pun saat itu, Nasuha harus membiayai sendiri pengobatannya.
Pasca cedera, Nasuha akhirnya kembali ke lapangan hijau. Bukan sebagai pemain, tapi menjadi seorang pelatih kepala. Eks Persija Jakarta ini dipercaya Dispora Banten untuk melatih tim sepak bola remaja Banten, yang diisi 25 pemain muda.
“Kita pilih Bang Nasuha karena dia adalah asli putra daerah dan mantan pemain nasional yang pengalamannya sudah internasional. Saya berharap semangat bertanding dan prestasinya menular kepada 25 adik-adiknya ini. Bang Nasuha akan didampingi oleh tiga asisten pelatih, kata Dispora Banten, Deden dilansir dari kabar-banten.com (10/03/2018).
Sembari menikmati pekerjaan barunya sebagai pelatih pemain muda, M Nasuha juga mengikuti kursus pengambilan lisensi C AFC yang diselenggarakan oleh PSSI di Sawangan, Depok pada 5 hingga 17 Februari 2018 lalu.
Kini ia tinggal menu hasil dari kursus lisensinya. Jika lulus, dengan mengantongi lisensi C AFC, M Nasuha sudah bisa menjadi juru latih pemain junior dengan usia antara 14 hingga 17 tahun.
